andi di sekolah membeli es kopi es kopi termasuk
Kalaubingung mau pilih makanan apa saja, coba tengok beberapa rekomendasi menu makanan arisan di bawah ini! 1. Bakso. theyooying.com. Menu satu ini pasti akan laris manis. Pasalnya, semua orang menyukainya. Gak perlu repot-repot bikin sendiri kalau gak ada waktu, kamu bisa memanggil abang bakso di sekitaran kompleks. Baca Artikel Selengkapnya.
Menggabungkankumpulan pemain mengarah untuk membuatnya lebih mudah selama satu jam atau dua atau lebih negara. Slot ekspansi internal yang paling Anda dapat membuat beberapa tangan mengalahkan apa. Olahraga berarti bahwa pemain yang baik dapat memiliki orang-orang yang dapat mengendalikan Liam dan Noel.
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi telah merilis surat edaran yang memperbolehkan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).. Dalam surat edaran yang ditandatangani pada 30 Agustus itu, Gubernur Edy memperbolehkan sekolah melaksanaan PTM mulai 1 September 2021. "Tetapi PTM ini dilaksanakan secara
D Kegunaan. Kegunaan dari pendirian Warung Nasi Kucing atau Angkringan adalah : 1. Warung nasi kucing menjadi salah satu peluang usaha bagi mahasiswa seperti saya yang belum mempunyai usaha. 2. Dari sisi ekonomi, dapat mengefisiensikan pengeluaran bagi masyarakat luas yang cenderung menghabiskan waktu di wilayah penjualan nasi kucing yang
Setelahmemasukkan gula, biasanya kita akan mengaduknya beberapa kali agar ia larut dan menghilang. Pernahkah teman-teman bertanya, apa yang terjadi pada gula saat larut? Kalau penasaran, ayo, kita simak bersama penjelasannya! Baca Juga: Mulai Sekarang Kurangi Minum Es Teh Manis Jika Tidak Mau Mengalami 5 Hal Ini, Salah Satunya Gagal Ginjal.
Chord Keisya Levronka Tak Ingin Usai Lirik. Ambon ANTARA - Kopi, jika menyebut minuman satu itu terbayang aroma pekat dan cita rasa pahit yang dihasilkan oleh minuman seduhan yang dibuat dari biji kopi. Di samping rasa dan aromanya, kopi juga disebut-sebut bisa menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu dan berbagai penyakit jantung. Menurut sejarahnya, kopi pertama kali ditemukan oleh bangsa Etiopia di Benua Afrika sekitar tahun 1000 sebelum Masehi. Sejak itu kopi telah menjadi komoditas dunia yang dibudidayakan oleh lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia. Tradisi minum kopi yang sering disebut dengan "ngopi" berkembang pesat di Indonesia, banyak daerah terkenal dengan beragam sajian dan seduhan kopi masing-masing, sebut saja Aceh dan sebagian besar kepulauan Sumatera, begitu juga dengan Pulau Sulawesi yang terkenal dengan kopi Toraja. Di Maluku, tradisi ngopi berkaitan dengan aktivitas berkumpul dan mengobrol. Warung dan kedai kopi yang kadang disebut dengan rumah kopi menjadi tempat yang paling ramai dikunjungi oleh kaum tua dan muda kala sore hingga malam. Tak ada yang tahu kapan kopi mulai masuk ke Maluku, konon orang-orang Maluku disebut membudidayakan kopi, akan tetapi setelah kedatangan penjajah Hindia-Belanda, perkebunan mereka dihancurkan dan hanya boleh dipakai hanya untuk menanam cengkeh dan pala, sejak itu tidak ada lagi yang mau menanam pohon kopi. Kendati saat ini tidak ada yang budi daya kopi di Maluku, tapi aktivitas berkumpul, mengobrolkan situasi sosial kemasyarakatan hingga politik dengan ditemani segelas kopi seolah telah menjadi tradisi bagi orang-orang di daerah itu, baik kalangan mahasiswa hingga pekerja. Risman 37, seorang pegawai negeri sipil PNS misalnya, ia kerap menghabiskan sore dengan kawan-kawannya di beberapa kedai kopi di kawasan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Tak ada hal penting yang dibahas, tapi bagi mereka menikmati kopi bersama ibarat memperpanjang silaturahmi. "Kita bisa mengenal banyak orang dari berbagai kalangan di rumah kopi. Jarang ada yang datang ke rumah kopi sendirian, dari saling tegur-sapa atau basa-basi bertanya minum kopi apa akhirnya bisa saling kenal juga," katanya. Risman bukanlah warga Ambon, ia berasal dari Seith, salah satu desa di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Ia mengaku mengenal kopi sejak masih duduk di bangku SMA, karena orang tuanya kerap membuat kopi yang dipanen dari kebun mereka. Kopi yang dibuat oleh orang tua Risman jumlahnya tidak banyak, karena pohon kopi hanyalah menjadi tanaman sampingan di lahan perkebunan cengkih dan pala, sehingga tak banyak kopi yang bisa dihasilkan, dan tidak bisa sering-sering dinikmati. Berbeda dengan yang dibuat di kedai-kedai kopi modern, kopi yang disajikan oleh orang tua Risman dibuat secara tradisional. Biji kopi mentah yang sudah dijemur di panas matahari disangrai di atas tungku dan ditumbuk menggunakan lesung batu hingga menjadi bubuk halus dan siap disajikan. "Bapak tanam kopi hanya sedikit, hanya sebagai tanaman pelindung bagi cengkih dan pala, kadang biji kopi yang matang dipetik, kadang malah dibiarkan begitu saja sampai pohonnya mati dan ditanam yang baru lagi," katanya. Minuman kopi di rumah Risman disajikan begitu saja dengan tambahan gula, tapi ada pula yang dicampurkan dengan susu kental manis, atau bahan lainnya seperti halia atau jahe sehingga rasanya sedikit berbeda, tergantung selera. Sajian minuman kopi yang dicampurkan dengan jahe oleh warga di desanya dianggap sebagai minuman kesehatan karena bisa memberikan tambahan panas tubuh, dan juga membantu menghilangkan lelah usai bekerja di kebun. "Kalau dicampur halia aromanya sedikit berbeda, nikmat kalau diminum saat masih panas. Ada juga minuman kopi hitam yang dicampur sejumput garam. Garamnya tidak berasa tapi itu bisa membuat mata melek sampai pagi," kata Risman. Kopi Pulau Buano Aromanya pekat dan tak asam, meski dicampurkan dengan es dan diminum dingin, itulah kopi yang dihasilkan dari Pulau Boano, sebuah pulau di sebelah selatan Laut Seram di Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat. Warnanya yang hijau dan bentuknya yang kecil mirip kacang tanah dan berwarna hijau terlihat menarik perhatian pengunjung Kafe Skai, sebuah kedai kopi di Desa Batu Merah yang mulai memasarkan kopi asal Buano sejak empat bulan lalu. "Kami baru empat bulan menggunakan kopi ini, ternyata banyak yang suka karena tidak asam dan rasanya juga pekat. Jenisnya masih termasuk biji kopi robusta," kata Muhamad Segar Mail, pemilik Kafe Skai. Ia mengatakan awalnya biji-biji kopi asal Buano dikirim kepadanya untuk dijual ke pasar besar di Surabaya, Jawa Timur. Tapi karena semakin sedikitnya permintaan untuk biji kopi mentah, kopi tersebut hanya tersimpan di gudang. Demi tidak membuat petani merugi, ia kemudian mengakalinya dengan menyajikannya sebagai salah satu menu minuman berbahan kopi di kafe milikinya, tak disangka kopi tersebut sangat diminati oleh pengunjung. Melalui uji coba oleh beberapa barista, kopi asal Buano kemudian resmi dipasarkan. Puluhan kilo biji kopi asal Buano kemudian dikemas dengan kemasan yang lebih menarik lalu diperkenalkan dan dijual ke berbagai kedai kopi di Kota Ambon, mulai dari warung kopi tradisional hingga kedai kopi modern. Karena cita rasanya yang khas, kopi dari jenis robusta tersebut lari manis dan selalu tinggi permintaan. Ada yang membeli dalam bentuk paket bubuk kopi, ada pula yang membeli masih dalam bentuk biji kopi kering karena ingin diolah sesuai selera. Muhamad Segar tidak ingin menghilangkan nama asal biji kopi yang ia pasarkan, ia tetap menggunakan nama Kopi Buano sebagai nama dagangan kopi yang ia jual. Penggunaan nama yang sama dengan daerah asal kopi yang dihasilkan bertujuan untuk menghormati para petani. Selain itu juga agar petani dari daerah lainnya juga termotivasi untuk melakukan hal yang sama, karena selain dari Pulau Buano, ada jenis biji kopi lainnya yang dijual ke gudang pengumpul miliknya, salah satunya adalah dari Desa Sawai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. "Banyak sekali yang minta kopi ini, mungkin karena cita rasanya juga, disajikan dalam bentuk apapun, mau ditambahkan susu juga tetap saja nikmat, aroma kopinya masih tetap pekat, tidak asam, amanlah untuk lambung, cocok untuk pecinta kopi," katanya. Bisnis kopi, kata dia, sangat cocok dikembangkan di Kota Ambon, karena orang-orangnya suka berkumpul, mengobrol dan ditemani kopi. Banyaknya permintaan yang terhadap Kopi Buano juga membuktikan kalau bisnis kopi sangat menjanjikan. "Banyak yang belum tahu tentang kopi asli dari Maluku, karena kedai-kedai di sini lebih banyak menggunakan kopi dari daerah lainnya. Semoga ke depannya semakin banyak yang menggunakan kopi dari sini, sehingga petani juga lebih produktif," kata Muhammad Segar Mail. Kopi Tuni Tempatnya tak begitu luas, hanya berukuran 3x4 meter di gedung pusat Oleh-Oleh Maluku yang terletak di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau. Di tempat inilah kopi yang disebut-sebut asli Maluku diuji coba dan dipasarkan oleh Yayasan Kopi Maluku. Ada beragam jenis kopi yang berasal dari berbagai desa yang dipamerkan. Mengusung nama Tuni yang dalam bahasa tradisional Maluku berarti orisinil atau asli, Yayasan Kopi Maluku pada 2019 mulai mengusahakan Koperasi Seribu Kopi Maluku untuk memperkenalkan cita rasa dan khas kopi yang dihasilkan oleh para petani dari Pulau Seram, seperti Haya, Saleman, Saunulu, Namasula, Buano hingga ke Kepulauan Kei, Maluku Tenggara. Mereka mengusahakan koperasi yang membeli biji kopi petani di Maluku dengan harga Rp30 ribu per kilogram. Kopi-kopi tersebut dikemas dalam bentuk biji kopi yang sudah di-roasting dan ada pula yang dalam bentuk bubuk, dibungkus dengan nama Kopi Tuni lalu dijual ke Jakarta dan Surabaya. UMKM ini berjalan sejak tahun 2019, tapi hanya pada kalangan terbatas karena sedikitnya kopi yang bisa dihasilkan oleh petani di Maluku. Mereka hanya bisa menyupalai 60 sampai 80 kilogram kopi per tiga bulan. Karena produksi yang masih sedikit jugalah, saat ini kedai kopi di Kota Ambon yang menggunakan Kopi Tuni hanya Kedai Karibo Kopi di kawasan Kota Jawa, Desa Poka dan Kedai Teras Kopi di kawasan Kebun Cengkih Desa Batu Merah. "Sistem tanam kopi di Maluku tidak seperti di daerah lainnya, tidak ada perkebunan besar, di sini sistemnya tumpang sari, hanya tanaman sampingan, jadi kopi yang kami produksi juga tergantung pengiriman dari petani," kata Ketua Yayasan Kopi Maluku Deltawan Viqjelen. Ia mengatakan kopi yang dihasilkan di Maluku memiliki cita rasa dan aroma yang beragam, tergantung dari mana pohon kopi itu ditanam. Kopi yang ditanam di dekat pohon pala, cengkih maupun kenari umumnya mengandung aroma dari tanaman-tanaman tersebut. Hal ini pula yang membuat kopi Maluku memiliki sedikit aroma dan cita rasa yang berbeda dengan kopi yang dihasilkan oleh daerah lainnya di Indonesia. Kendati demikian, biji kopinya masih termasuk jenis robusta coffea canephora dan arabika coffea arabica. "Beda daerah, aroma dan rasa kopinya juga berbeda, tergatung di mana kopinya ditanam, tapi penyajiannya tetap sama, dan kopinya juga tetap sama, hanya saja kalau di kami ada saran penyajian khusus yang kami tuliskan di bungkusnya," katanya. Tak sekedar memasarkan kopi khas Maluku, kata Deltawan, UMKM yang mereka bangun juga mendorong para petani kopi di Maluku agar lebih produktif, salah satunya dengan memberikan pelatihan dan motivasi kepada para petani bagaimana mengelola kebun kopi. Selain itu, para petani juga diajarkan untuk menjaga kualitas biji kopi yang dihasilkan, memisahkan biji-biji kopi sesuai dengan levelnya, yakni grade A, B dan C agar bisa diterima dan laku di pasaran. Upaya tersebut dimaksudkan agar para petani kopi yang umumnya adalah petani komoditi pala dan cengkih bisa melihat peluang lain yang bisa membantu perekonomian mereka, salah satunya sebagai penyuplai kopi dengan cita rasa khas yang berbeda di Indonesia. "Kopi Maluku memiliki cita rasa yang khas, kami ingin memperkenalkan kopi dari sini sebagai salah satu komoditi unggulan, selain cengkih dan pala yang memang sudah terkenal sejak masa penjajahan," katanya. Usaha Kopi Tuni didukung oleh Bank Indonesia BI dan menjadi salah satu UMKM yang ikut dalam pameran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Gernas BBI 2021 di Ambon pada 29 November. Usaha mereka yang berkembang menjadi salah satu percontohan keberhasilan komoditas kopi di Maluku. Baca juga Presiden Jokowi cicipi kopi khas Maluku Baca juga Tingkatkan wisatawan, Aceh gelar Festival Kopi Kutaraja Baca juga Bengkulu siap gelar Festival Kopi Rakyat Baca juga Kementan garap potensi ekspor kopi Wamena di PapuaEditor Andi Jauhary COPYRIGHT © ANTARA 2021
Uploaded byMarisha Ramadani 86% found this document useful 7 votes8K views7 pagesDescriptionSOAL HOTS KOLOIDCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document86% found this document useful 7 votes8K views7 pagesSoal Hots KoloidUploaded byMarisha Ramadani DescriptionSOAL HOTS KOLOIDFull descriptionJump to Page You are on page 1of 7Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Product Quality and Brand Image is a direct relation of customers experience for the product that they experienced. Product quality is a capacity of a product or services as its function that will give satisfaction that meet or above their expectations, as Brand Image is a perception and faith that customers feel for the product or services. Therefore the relation for the product quality and brand image will increase the customers high loyality for the starbucks product. The loyality of the customer are very important for starbucks since the loyality of the customers will significantly influence on the company development. The main purpose of the research is to measured how big the influence of product quality and brand image on customer loyality for Starbucks. The variable that researcher used on this research are independent variable which is product quality that consist of Performance, feature, reliability, conformance, durability, ability, esthetic and fit and finish while Brand image consist of power, uniqueness and favorable. For attached variable are customer loyality. Analytical method that researcher used are SPSS version 20 with the quisioner spread of 100 respondent at Starbucks Mall Botani Square Bogor. The result of the research shown that product quality and brand image significantly influenced customer loyalty. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 1 PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN Studi Kasus Pada Starbucks Mall Botani Square Bogor Koyum dan Adil Fadillah Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan E-mail koyumi1009 ABSTRACT Product Quality and Brand Image is a direct relation of customers experience for the product that they experienced. Product quality is a capacity of a product or services as its function that will give satisfaction that meet or above their expectations, as Brand Image is a perception and faith that customers feel for the product or services. Therefore the relation for the product quality and brand image will increase the customers high loyality for the starbucks product. The loyality of the customer are very important for starbucks since the loyality of the customers will significantly influence on the company development. The main purpose of the research is to measured how big the influence of product quality and brand image on customer loyality for Starbucks. The variable that researcher used on this research are independent variable which is product quality that consist of Performance, feature, reliability, conformance, durability, ability, esthetic and fit and finish while Brand image consist of power, uniqueness and favorable. For attached variable are customer loyality. Analytical method that researcher used are SPSS version 20 with the quisioner spread of 100 respondent at Starbucks Mall Botani Square Bogor. The result of the research shown that product quality and brand image significantly influenced customer loyalty. Key Word Product Quality, Brand Image, Customers loyalty. 2 PENDAHULUAN Ketatnya persaingan bisnis di bidang industri produk dan jasa, membuat perusahaan harus mampu menciptakan sesuatu yang berbeda. Perusahaan dituntut untuk memiliki produk atau jasa yang baik di mata pelanggan, untuk membedakan produk perusahaan dengan produk yang lain, salah satu nya adalah perusahaan dituntut untuk membentuk citra merek yang baik di mata konsumen. Karena merek tidak dapat ditiru apalagi citra merek yang baik yang tersimpan dalam benak konsumen. Jika citra merek di anggap positif bagi konsumen maka merek akan selalu di ingat, diucapkan kepada orang lain dan konsumen akan menjadi loyal dan berani membayar dengan harga tinggi. Seperti perusahaan Starbucks yang harus menciptakan produk yang berkualitas agar mampu bertahan di pasar. Karena ketatnya persaingan dalam bisnis ini dengan banyak nya bermunculan kedai kopi serupa seperti The Coffee Bean, Jco Coffee, Mc cafe, excelso dan lain-lain. Maka dari itu Starbucks harus melakukan inovasi pada produknya agar tetap menjadi pilihan utama konsumen. Dengan memberikan kualitas produk yang baik akan menciptakan citra merek yang positif dan membuat konsumen loyal terhadap produk Starbucks. Ada hubungan kuat antara kualitas produk dan citra merek dengan loyalitas pelanggan dan profitabilitas. Semakin tinggi tinggkat kualitas menyebabkan semakin tingginya kepuasan pelanggan. Kualitas produk merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian utama dari perusahaan atau produsen mengingat suatu produk berkaitan erat dengan masalah kepuasan konsumen yang merupakan tujuan dari kegiatan pemasaran yang di lakukan untuk mencapai posisi produk. Umumnya konsumen akan memutuskan untuk melakukan pembelian atas suatu produk yang berkualitas baik dengan kepuasan yang menarik. 3 Setelah konsumen merasa puas pada suatu produk atau jasa maka dengan sendirinya konsumen akan loyal terhadap produk atau jasa tersebut. Loyalitas pelanggan merupakan hal yang terpenting dalam kegiatan suatu usaha dengan adanya tingkat loyalitas konsumen yang tinggi, maka konsumen akan melakukan pembelian secara terus-menerus dan membawa dampak yang menguntungkan bagi perusahaan. Loyalitas tidak hadir begitu saja, diperlukan strategi dalam hal pengelolaan konsumen guna memperolehnya. Akan tetapi membangun loyalitas pelanggan lebih mudah dan membutuhkan biaya yang lebih sedikit dibandingkan dengan mencari pelanggan baru yang membutuhkan dana lebih besar. Loyalitas pelanggan dapat diraih dengan pelayanan yang memuaskan sesuai dengan harapan konsumen atau bahkan melebihi dari harapan konsumen. Secara umum, loyalitas pelanggan merupakan suatu kondisi dimana pelanggan sudah tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga, tidak terlalu dipengaruhi oleh pesaing lain. Dalam hal ini perusahaan sangat mengharapkan akan dapat mempertahankan konsumennya dalam waktu yang lama. Sebab apa bila perusahaan memiliki seorang konsumen yang loyal, maka hal itu dapat menjadi aset yang sangat bernilai bagi perusahaan. Karena mempertahankan semua pelanggan umumnya akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan pergantian pelanggan karena biaya untuk menarik pelanggan baru bisa lebih mahal dari pada biaya mempertahankan seorang pelanggan yang sudah ada. Hal ini lah yang membuat peneliti tertarik untuk membuat penelitian, dan menyusun proposal skripsi dengan mengambil judul “Pengaruh Kualitas Produk dan Citra Merek terhadap Loyalitas Pelanggan Pada Starbucks Mall Botani Square”. 4 METODOLOGI PENELITIAN Sejarah Perusahaan Starbucks Corporation adalah sebuah perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia,dengan kedai di 61 negara, termasuk di Amerika Serikat, di Kanada, 977 di Jepang, 793 di Britania Raya, 732 di Cina, 473 di Korea Selatan, 363 di Meksiko, 282 di Taiwan, 204 di Filipina, dan 164 di Thailand. Starbucks menjual minuman panas dan dingin, biji kopi, salad, sandwich panas dan dingin, kue kering manis, camilan, dan barang-barang seperti gelas dan tumbler. Melalui divisi Starbucks Entertainment dan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film. Banyak di antara produk perusahaan yang bersifat musiman atau spesifik terhadap daerah tempat kedai berdiri. Es krim dan kopi Starbucks juga dijual di toko grosir. Sejak didirikan tahun 1971 di Seattle sebagai pemanggang dan pengecer biji kopi setempat, Starbucks meluas dengan cepat. Pada tahun 1990-an, Starbucks membuka kedai baru setiap hari kerja, satu tahap yang terus dilanjutkan sampai tahun 2000-an. Kedai pertama di luar Amerika Serikat atau Kanada dibuka pada pertengahan 1990-an, dan jumlah kedainya di luar negeri mewakili sepertiga dari total kedai Starbucks di seluruh dunia. Perusahaan ini berencana membuka 900 kedai baru di luar Amerika Serikat pada tahun 2009, dan telah menutup 300 kedai di Amerika Serikat sejak 2008. Kedai Starbucks pertama dibuka di Seattle, Washington, pada tanggal 30 Maret 1971 oleh tiga rekanan guru bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru sejarah Zev Siegl, dan penulis Gordon Bowker. Ketiganya terinspirasi oleh pengusaha 5 pemanggangan kopi Alfred Peet, yang mereka kenal secara pribadi, untuk menjual biji kopi berkualitas tinggi beserta peralatannya. Awalnya, perusahaan ini hendak diberi nama Pequod yang diambil dari nama kapal pemburu Moby-Dick, tetapi nama ini ditolak oleh sejumlah pendiri pendamping. Perusahaan ini akhirnya diberi nama sesuai nama mualim satu kapal Pequod, Starbuck. Metode Analisis Data dan Hipotesis Analisis data penelitian yang dilakukan penulis adalah dengan melakukan pendekatan kualitatif, yaitu teknik analisis data yang berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan dan pengujian hipotesis yang dianjurkan. Menggunakan kuesioner dengan kisi-kisi instrumen seperti tercantum pada indikator operasionalisasi variabel dengan menggunakan skala likert dan memberikan jawaban dan responden. Analisis data penelitian yang dilakukan penulis adalah dengan melakukan pendekatan kuantitatif, yaitu teknik analisis data yang berkenaandengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang dianjurkan. Untuk memperoleh data-data yang diperlukan penulis dalam menghitung pengaruh kualitas produk dan citra merek terhadap loyalitas pelanggan, penulis menggunakan kuesioner dengan kisi-kisi instrumen seperti pada indikator operasionalisasi variabel dengan sektor tercantum dalam tabel tentang nilai mutu seperti dibawah ini 6 Tabel Skala Nilai Sangat setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak setuju HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Jumlah responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang yang berasal dari pelanggan Starbucks di mall Botani Square kota Bogor. Karakteristik responden diuraikan berdasarkan jenis kelamin responden, usia responden, pendidikan terakhir dan penghasilan perbulan. 1. Responden berdasarkan Jenis Kelamin Untuk menggambar kondisi rill dari responden berikut dijelaskan mengenai responden tersebut, bisa di lihat dari tabel Tabel Jenis Kelamin Responden Sumber Pengolahan Data Primer Dengan SPSS, 2014 Berdasarkan tabel responden penelitian di dominasi oleh responden berdasarkan jenis kelamin laki-laki 66% sisanya adalah responden dengan jenis kelamin perempuan 34%. Dengan demikian jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. 7 2. Responden berdasarkan Usia Untuk menggambar kondisi rill dari responden berikut dijelaskan mengenai responden berdasarkan Usia, bisa di lihat dari tabel Tabel Usia Responden Sumber Pengolahan Data Primer Dengan SPSS, 2014 Berdasarkan tabel responden penelitian didominasi oleh responden dengan usia 26-30 tahun 32% dan sisanya didominasi oleh responden dengan usia >30 tahun 31%, sedangkan responden dengan usia 21-25 tahun 24%, danresponden dengan usia 36%, sisanya adalah didominasi oleh responden dengan penghasilan perbulan - 34%, sedangkan responden dengan penghasilan - 23% dan 2,47 dengan demikian terima H1 dan tolak H0 maka dikatakan bahwa kualitas prodak dan citra merek secara bersama- sama mempunyai pengaruh terhadap loyalitas pelanggan. 14 DAFTAR PUSTAKA Ali Hasan. 2008. Marketing. Yogyakarta Media Utama. Alida Palilati. 2004. Pengaruh Tingkat Kepuasan terhadap Loyalitas Nasabah Tabungan Perbankan di Wilayah Bugis. Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial,hal. 65-74 Ardianto, Elvinaro dan Soemirat, Soleh. 2004. Dasar-Dasar Public Relations. Cetakan Ketiga. Bandung Remaja Rosdakarya. Buchari, Alma. 2004. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Cetakan Keenam. Bandung Alfabeta. Darmadi Durianto, Sugiarto, dan Lie Joko Budiman. 2004. Brand Equity Ten. Jakarta Gramedia Pustaka Utama. Dharmayanti, Diah. 2006. Analisa Sensitivitas Respon Konsumen Terhadap Ekstensifikasi Merek Brand Extension Pada Margarine Merek Filma Di Surabaya. Jurnal Manajemen Pemasaran No2 Oktober 2006. Gaspersz, Vincent. 2004. Production Planning And Inventory Control. Jakakrta PT Gramedia Pustaka Umum. Griffin , Jill. 2005. Customer Loyalty, Menumbuhkan dan Mempertahankan Kesetiaan Pelanggan. Jakarta Erlangga. Kotler, Philip., dan Gary Armstrong. 2004. Dasar-Dasar Pemasaran. Edisi kesembilan. Jilid 2. dialihbahasakan oleh Alexander Sindoro. Jakarta Indeks. Kotler, Philip & Gary Armstrong. 2006. Principles of Marketing. Eleventh Edition. New Jersey Pearson Prentice Hall. Kotler, Philip & Gary Armstrong. 2008. Prinsip – Prinsip Pemasaran. Edisi 12. Jilid 1. Jakarta Erlangga. 15 Kotler, Philip. 2007. Manajemen Pemasaran, Analisis Perencanaan, Pengendalian, Prentice Hall, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta Salemba Empat Kotler, Philip, 2008. Manajemen Pemasaran. Edisi Milenium diterjemahkan Benyamin Molan. Jakarta PT. Prenhallindo. Mulyana, M., 2012. Consumer Behaviour Sukses Dengan Memahami Konsumen. ISBN 978-979-18531-6-3, Bogor Kesatuan Press. Musanto, Trisno. 2004. Faktor-Faktor Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan Studi Kasus Pada CV. Sarana Media Advertising Surabaya Supranto, J. dan Limakrisna, Nanda. 2007. Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran Untuk Memenangkan Persaingan Bisnis. Jakarta Mitra Wacana Media. Tjiptono Fandy, 2008. Strategi Pemasaran. Edisi III. Yogyakarta Andi Tjiptono Fandy, Yanto Chandra, Anastasia Diana. 2004. Marketing scales. Yogyakarta Andi Tjiptono, Fandy. 2008. Pemasaran Jasa, Edisi Pertama. Malang Bayumedia. Tunggal, Amin Widjaja. 2008. Audit Manajemen. Jakarta Rineka Cipta Homepage ... Maka dari itu, pemilik kedai harus melakukan inovasi pada produk makanan dan mimunan yang dibuat sehingga tetap menjadi pilihan utama konsumen. Adanya kualitas produk yang baik maka akan menciptakan citra yang baik dan positif dan membuat pengunjung loyal terhadap warung kopi Daeng Nakku Koyum & Fadillah, 2018 Selain kualitas produk, strategi untuk tetap survive di tengah ketatnya persaingan bisnis warung kopi adalah harga yang ditetapkan pada produk yang ditawarkan. Faktor harga merupakan salah satu faktor dalam menentukan loyalitas pelanggan Cardia et al., 2019. ... Ixora Lundia SuwaryonoFebrina RosintaPantius Drahen Soeling. The existence of museums in big cities like Jakarta seemed to be neglected. The display inside a museum is often considered uninteresting, making visitors less appreciate the collection objects, thus receive no added value from their visit. Therefore, a research related to physical appearance of a museum is required. The physical appearance of a service organization, also called servicescapes, consists of ambient condition, layout and signage. A survey has been conducted to describe the importance of servicescape for National Museum, as well as the explanation about the subject. This research suggests some recommendations on the servicescapes in National Museum to improve visitors’ experience. Keywords marketing, museum, service, servicescapes Abstrak. Keberadaan suatu museum di kota besar seperti Jakarta, sering kali terabaikan. Penampilan interior suatu museum dipandang sebagai hal yang kurang menarik, sehingga para pengunjung pun kurang mengapresiasi obyek atau kurang memperoleh nilai lebih dari kunjungan mereka. Oleh karena itu, diperlukan studi mengenai tampilan fisik dari suatu museum. Tampilan fisik dari suatu organisasi jasa, yang dikenal dengan Servicescapes, terdiri dari kondisi suasana, tata letak dan petanda. Dalam menjelaskan hal ini, dilaksanakan suatu survey di Museum Nasional untuk mendeskripsikan pentingnya Servicescapes bagi museum tersebut. Hasil penelitian menyarankan beberapa masukan terkait servicescapes di Museum Nasional agar dapat meningkatkan pengalaman yang baik bagi para pengunjung. Kata kunci museum, pemasaran, jasa, servicescapes Mumuh MulyanaKETATNYA persaingan menjadi alasan bagi para pemasar untuk melakukan berbagai inovasi dalam penciptaan produk dan strategi memasarkannya. Salah satu strategi berinovasi yang dilakukan oleh pemasar adalah mengawalinya dengan melakukan proses pengenalan konsumen. Pemasar yang memenangkan persaingan adalah pemasar yang mampu mengetahui dan mengenal konsumennya dengan baik dan komprehensif. Mereka akan menempatkan konsumen sebagai raja, yang senantiasa diberikan kenyamanan dan kepuasan melakukan proses konsumsi produk. Sebagai bagian dalam proses pembelajaran mengenal konsumen tersebut, buku ini dihadirkan. Buku ini dipergunakan sebagai materi perkuliahan perilaku konsumen. Dengan harapan setelah menjalankan perkuliahan ini, mahasiswa mampu memahami konsep berbisnis dengan mengenal konsumen, sehingga dapat dengan tepat merumuskan strategi pemasaran yang tepat serta menghantarkan kepada TrisnoThis reseach briefly explains to what extent customer satisfaction has significant influence to the customer loyalty of 'Iklan Jitu' Jawa Pos newspaper in Sarana Media Advertising. Moreover, it also explores variable that give the biggest contribution to the customer loyalty. Four variables are using as customer satisfaction representatives, which are reliability, response to and remedy of problems, sales experience and convenience of acquisition. Finally, the findings shows that sales experience is the biggest contributor to the customer loyalties. Abstract in Bahasa Indonesia Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kepuasan pelanggan mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan Iklan Jitu surat kabar Jawa Pos pada Media Advertiseng dan variabel mana yang memberikan kontribusi terbesar pengaruhnya terhadap loyalitas pelanggan. Dalam penelitian ini mengunakan empat variabel untuk mewakili keppuasan pelanggan yang meliputi reliability,response to and remedy of problems, sales experience dan convenience of acquisition. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa sales experience memberikan kontribusi terbesar terhadap loyalitas pelanggan. Kata kunci kepuasan pelanggan, loyaliras new edition retains ints authoritative presentation of marketing theory while still maintaining an interesting and engaging writing style. Stewart Adam, Deakin University; Sara Denize, University of Western Sydney, Australia.
andi di sekolah membeli es kopi es kopi termasuk